Inilah Ucapan Belasungkawa Islami; Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raajiuun

560 views
Ucapan Belasungkawa Islami
pixabay.com

Ucapan Bela Sungkawa Islami — Ucapan Belasungkawa Islam Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Siapa bilang, ketika sebuah malapetaka mencekik mereka: sebenarnya kita adalah Allah dan kebenaran kepada Dia kita kembali

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Seperti kita ketahui bahwa umat Islam telah mengucapkan satu ayat Al Baqarah ini dalam banyak situasi dalam kehidupan mereka. Terkadang mereka mengatakannya saat kehilangan sesuatu, orang yang mereka cintai telah meninggal dunia, beberapa masalah yang melibatkan mereka atau keluarga mereka dan sebagainya.

Ucapan Belasungkawa Islam Innalillahiwainnailaihirojiun di dalam Kamus Al Munawwir

Innalillahiwainnailaihirojiun
Mediaukhuwah.com

Dalam kasus lain, ungkapan ini disebut istirja ‘. Istirja ‘telah ditulis dalam kamus Al Munawwir yang berarti “kembali” atau “defeasance”. Kata yang kembali berarti mengambil sesuatu setelah memberi pinjaman atau memberi beberapa kali kepada orang lain. Hal itu diberikan beberapa kali karena sudah ada waktu untuk memilikinya. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Allah mengambil kembali milikNya sebagaimana mestinya.

Dari perspektif struktur kalimat, istirja’ atau Innalillahiwainnailaihirojiun arabic terdiri dari dua kalimat. Innaa lillahi dan innaa ilaihi raa’jiuun. Kata inna berarti kebenarannya sebenarnya, sedangkan kata lillah berarti milik Allah. Yang benar adalah kita adalah milik Allah. Konsep utama kepemilikan di sini adalah mutlak.

Kata kepemilikan sebenarnya berasal dari bahasa Arab dari akar kata “malaka” yang berarti memiliki. Dalam bahasa Arab “susu” berarti penguasaan seseorang terhadap sesuatu (barang atau harta benda) dan barang-barang yang dimilikinya baik secara hukum maupun hukum.

Makna penguasaan di sini mencerminkan bahwa orang yang memiliki barang memiliki kekuatan atasnya sehingga ia dapat menggunakannya sesuai kehendaknya dan tidak seorang pun, baik secara individu maupun institusi, dapat mencegahnya memanfaatkan barang-barang yang dimilikinya.

Sesungguhnya segala yang ada di langit dan di bumi hanyalah milik Allah. Entah itu material atau immaterial. Entah dalam bentuk benda hidup atau benda mati. Entah terlihat atau tak terlihat. Hal ini ditunjukkan oleh Allah dalam firman-Nya di surat Al Baqarah: 284,

لله ما في السماوات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله فيغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء والله على كل شيء قدير

Kepada Allah (milik) apa pun yang ada di langit dan apapun yang ada di bumi; dan apakah kamu mengetahui apa yang ada dalam pikiranmu atau menyembunyikannya, maka Allah akan membawa kamu untuk memperhitungkannya. Dia akan memaafkan siapa yang akan Dia kehendaki dan Dia akan menghukum siapa yang akan Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu.

Ayat ini menjelaskan dengan jelas bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik semua yang Dia ciptakan, entah apa adanya di bumi dan apapun yang ada di langit. Jadi, sesungguhnya Allahlah yang berhak mengambil segala sesuatu yang menjadi miliknya, dalam keadaan apapun, kapanpun, dan bagaimanapun juga.

Kewajiban umat manusia hanya untuk menjalankan kodratnya sebagai manusia, untuk menghadapi dan menerima semua kondisi yang telah Allah tetapkan dengan sabar dan dengan segala ketulusan.

Jika seseorang telah mengakui sifat Allah sebagai pemilik segala sesuatu, maka ia harus menyadari bahwa Allah berhak untuk memerintahkan dan melarang kita, apakah dia suka atau tidak. Dia harus bersabar dalam menghindari apa yang dia tolak. Bersabarlah dengan apa yang wajib baginya. Kita harus sadar bahwa diri kita sendiri dan juga milik kita dan keluarga kita (orang tua, saudara kandung, istri dan anak-anak) juga milik-Nya.

Arti Lain Ucapan Belasungkawa Islami Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rojiuun

Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rojiuun
pixabay.com

Kata raaji’uun berarti kembali. Ilaihi raaji’uun berarti kepada-Nya (tempat) kita kembali. Arti kontekstual pengembalian akan kembali selamanya dan tidak pernah kembali lagi. Segala sesuatu yang menjadi milik-Nya akan kembali kepada-Nya. Kata kembali, menunjukkan bahwa kepemilikan saat ini dalam kehidupan manusia benar-benar sementara. Suatu hari nanti cepat atau lambat semuanya akan kembali kepada-Nya.

Allah menciptakan umat manusia untuk menjadi khalifah di bumi ini. Sebagai pemimpin tertinggi di antara makhluk-makhluk Allah di bumi, manusia diberkati oleh Allah dengan kecerdasan untuk berpikir, mengungkapkan pendapat, melakukan, bekerja, memutuskan dan sebagainya.

Manusia hidup dengan menjalankan kodrat mereka sebagai ciptaan Allah. Dimana ada rapat, biasanya diakhiri dengan perpisahan. Dimana ada kelahiran, maka akan berakhir dengan kematian. Dimana ada permulaan, mau tak mau juga bertemu dengan kiamat. Jadi jika Allah berkehendak, maka pasti hal itu akan terjadi sesuai kehendakNya.

Untuk mengerti tentang sifat Allah dan cara mengatasinya, orang membutuhkan iman dan hati yang kuat untuk percaya kepada Tuhan yang memerintahkan segalanya karena banyak orang memiliki pemikiran negatif tentang nasib Allah. Ketika Allah menguji mereka dengan malapetaka, mereka menganggapnya sebagai kerugian.

Namun, banyak orang juga menganggap bahwa Allah telah berpihak pada mereka saat Allah menyukai mereka dengan hibah yang melimpah. Allah telah menjelaskannya dengan jelas di dalam Al Quran-Nya Al Fajr:

فأما الإنسان إذا ما ابتلاه ربه فأكرمه ونعمه فيقول ربي أكرمن وأما إذا ما ابتلاه فقدر عليه رزقه فيقول ربي أهانن

Adapun manusia, setiap kali Tuhannya menuntunnya dengan menghormatinya, dan mengasihani dia, dia berkata: Tuhanku menghormati saya. Tetapi setiap kali Dia mencobai Dia dengan cara membungkus nyawa-Nya, dia berkata: Tuhanku membenci saya.

Padahal, Allah telah menentang prasangka manusia tersebut seperti yang ditunjukkan dalam surah Al Baqarah ayat 216:

َعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Peperangan ditahbiskan untukmu, meski itu adalah kebencian bagimu; tetapi mungkin terjadi bahwa Anda membenci sesuatu yang baik untuk Anda, dan mungkin terjadi bahwa Anda menyukai sesuatu yang buruk bagi Anda. Allah tahu, kamu tidak tahu.

Kehadiran atau kepergian harus menjadi bagian dari kisah hidup manusia yang tidak dapat dihindari. Allah adalah satu-satunya yang berkehendak untuk semua yang terjadi. Melalui ujian tersebut, ia dapat menunjukkan kualitas iman manusia kepada tuhannya.

Apakah dia bisa melewati setiap ujian dengan kesabaran dan ketulusan juga mempercayai tuhannya atas segala sesuatu yang terjadi? Atau apakah dia hanya kembali ke kodratnya sebagai makhluk yang selalu berputus asa dan mengeluh?

Ada banyak kebijaksanaan yang bisa diambil dari pemahaman lafadz istirja ‘. Lafadz ini tidak hanya diungkapkan saat seseorang menghadapi bencana, tapi juga bisa menjadi media untuk memohon pertolongan Tuhan.

Sebab, ketika kita percaya bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendakNya, tidak akan ada lagi rasa takut akan kehilangan daripada takut kepada Allah. Oleh karena itu, tentu saja, iman seorang pria yang percaya bahwa Allah adalah satu-satunya yang bisa diandalkan telah tercermin dengan baik.

Menurut sifat kepemilikan, pemahaman yang sempurna tentang lafadz Ucapan Belasungkawa Islam istirja ‘menyebabkan seseorang menjadi lebih tulus dalam mengambil segala sesuatu yang dimilikinya dan lebih sabar menghadapi kerugian dari sesuatu yang telah diambil darinya. Menjadi lebih mudah untuk melewati setiap tes pahit dengan ketulusan dan kesabarannya.

Biasanya, tidak mudah bagi seseorang untuk benar-benar tulus dan sabar saat Tuhan menguji dia dengan kerugian. Entah kehilangan beberapa anggota keluarga, properti, posisi, kesehatan, dan sebagainya. Ini adalah sifat manusia, setelah melihat segala sesuatu yang melekat pada mereka adalah milik-Nya.

Namun, ketika seseorang beriman kepada ayat-ayat Allah di dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa segala sesuatu hanya milik Allah telah membuatnya kewalahan, maka itu juga kecenderungan untuk memiliki sesuatu yang terpisah darinya. Iman telah menghancurkan kekerasan hati dalam memiliki sesuatu yang tidak pernah dimilikinya.

Bila hati seseorang telah tumbuh iman yang murni kepada Allah, maka hati akan tergerak untuk menyerah dan menaruh kepercayaan mereka hanya kepada Allah. Adalah benar bahwa umat manusia harus menaruh kepercayaan mereka kepada Rabb-nya, karena tidak ada yang disembah kecuali Allah. Di surah Hud ayat 123, Allah berfirman:

وإليه يرجع الامر كله واعبده و توكل على الله وما الله بغافل عما تعملون

Dan Allah adalah tak terlihat dari langit dan bumi. Dan kepada Dia semua masalah akan kembali. Jadi sembahlah Dia dan beri kepercayaanmu kepada-Nya. Lo! Tuhanmu tidak sadar akan apa yang kamu (manusia) lakukan.

Di dalam ayat Quran Hud ayat 123 disebutkan di atas, Allah lah yang akan melakukan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Hidup dan mati, awal dan akhir, pertemuan dan pemisahan, kebahagiaan dan kesedihan telah menjadi sepasang sifat yang datang secara bergantian. Baik yang pertama maupun yang kedua adalah pelajaran berharga bagi manusia untuk selalu melakukan introspeksi diri mereka sepanjang hidupnya.

Umat ​​manusia hanya dalam dimensi berjuang dalam melewati setiap tahap kehidupan, sambil mengandalkan dan tetap pandai dengan apa yang Tuhan inginkan. Tuhan tidak pernah mau melukai makhluk-Nya. Tapi ketika mereka berpikir bahwa sesuatu yang menimpanya adalah kerugian, itu terjadi karena tindakan mereka.

Karena itu, marilah kita selalu meminta maaf kepada Allah kapanpun dan di manapun kita berada. Karena kita tidak pernah tahu kapan Tuhan ingin mengambil kembali jiwa yang sekarang melekat pada tubuh kita. Ucapan Belasungkawa Islami Innalillahi adalah salah satu bentuk maafnya. Wallahu a’lam bishshowab.

Galeri untuk Inilah Ucapan Belasungkawa Islami; Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raajiuun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *