Starbucks Dinilai Langgar Etika dan Budaya NKRI

5 views


MEDIA UKHUWAH — Salah satu CEO Starbucks, Howard Mark Schultz telah mengumumkan dukungan perusahaan sekaligus kesetaraan bagi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) maupun pernikahan sesama jenis. Hal itu membuat banyak pihak di Indonesia akan memboikot produk Starbucks sebab mempunyai ideologi yang berlawanan dengan NKRI.

Seorang Peneliti Ekonomi Islam dari Sekolah Ekonomi Islam (STEI SEBI) Aziz Setiawan mengungkapkan bahwa memboikot sebuah merek atau kelompok dagang dapat dilakukan bila memiliki etika yang berbeda dengan negara dan negara. Kelompok merek dan perdagangan mungkin dianggap mencemarkan kearifan lokal.

Aziz mengatakan bahwa prinsip LGBT yang dimiliki oleh CEO Starbucks berbeda dengan Hukum Pernikahan di Indonesia. “Saya pikir itu telah melanggar etika, nilai dan budaya lokal. Masuk akal bagi masyarakat untuk meresponnya dengan memboikot, “katanya kepada Republika.co.id pada hari Jumat (30 Juni).

Aziz mengatakan konsumen memiliki hak untuk mendapatkan barang dan produk yang memberi manfaat pribadi dan sosial bagi mereka. Dia mengatakan konsumen Indonesia mungkin lebih pintar dalam mengkonsumsi produk.

“Apalagi bagi umat Islam, dampak sosialnya harus diperhatikan. Nilai berkah penting,” katanya.

Sebelumnya, Howard dilaporkan melakukan pertemuan dengan pemegang saham Starbucks Schultz. Dia membiarkan mereka yang tidak setuju dengan pernikahan sesama jenis untuk mengundurkan diri dari Starbucks. Adapun jaringan Starbucks di Indonesia memastikan untuk mendukung prinsip yang dipegang oleh manajemennya.

Sedangkan di Kantor Pusat Starbucks sendiri tepatnya di AS, perusahaan tersebut juga mengumumkan dukungannya kepada LGBT. Begitu pula dengan marketing communication and CSR Manager PT Sari Coffee Indonesia selaku pemegang saham Starbucks di Indonesia juga mengatakan hal yang sedemikian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *