Keajaiban, Tata Cara dan Waktu Shalat Hajat yang Dilarang

43 views
Keajaiban, Tata Cara dan Waktu Shalat Hajat yang Dilarang
https://pixabay.com

Oleh: Al-Tharyq

Pengertian Shalat Hajat

SHALAT HAJAT — Shalat Hajat ialah shalat sunnah yang dikerjakan untuk mengadukan segala permasalahan kepada Allah atas apa yang dihadapi. Dengan harapan Allah memberikan pertolongan sehingga apa yang menjadi permasalahannya menemukan jalan keluar dan terhajati.

Hajat kita adalah kebaikan, tidak boleh berhajat keburukan. Misalnya, kita boleh bersholat hajat untuk mendapatkan jalan kemudahan dalam menghadapi ujian kelulusan, namun usaha belajar haruslah tetap kita lakukan. Artinya, shalat hajat sebagai imun dhohiriyah sedangkan belajar sebagai imun lahiriyah.

Yang harus menjadi catatan di sini adalah doa harus disertai dengan usaha. Doa dan uasaha adalah dua sisi mata uang yang tidak boleh ditinggalkan. Sebab jika salah satu ditinggalkan, akan ada ketidakseimbangan di dalamnya.

Shalat hajat dilakukan  namun belajar juga tidak boleh ditinggalkan. Jika Allah menerima sholat hajat yang dilakukan niscaya jalan untuk mendapatkan keinginan yang diimpikan jalannya akan dipermudah oleh Allah.

Waktu Shalat Hajat yang Mustajab

Dalam mengerjakan shalat hajat maka wajib bagi kita untuk selalu merendahkan hati dan merendahkan diri kepada Allah. Jangan sampai ada keburukan sedikitpun dalam hati ini, selalu berprasangka baik atas keputusan Allah.

Sementara untuk pelaksanaannya boleh dilakukan saat siang hari maupun saat malam hari. Namun waktu yang terbaik untuk melaksanakan sholat hajat adalah saat sepertiga malam yaitu antara pukul satu pagi sampai dengan menjelang sholat subuh. Namun jangan dilakukan pada waktu-waktu terlarang shalat seperti waktu setelah shalat subuh atau sesudah ashar, maka sebaiknya jangan dilakukan pada waktu-waktu tersebut.

Jumlah Rakaat Shalat Hajat

Shalat hajat dilakukan sebanyak 12 rakaat [jumlah yang sering dilakukan oleh para muslim] namun setidaknya dua rakaat sebagai bilangan minimal rakaatnya. Shalat hajat dikerjakan per dua rakaat satu salam, kemudian dilanjutkan lagi per dua rakaat untuk satu salam.

Hukum Shalat Hajat

Shalat hajat seperti halnya untuk mengkonsultasikan segala permasalahan kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya. Oleh karena itu, maka hukum shalat hajat sendiri adalah sunnah, dimana akan mendapat kebaikan [pahala] jika diamalkan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.

Sebagaimana dalam hadis, “Barangsiapa yang memiliki keperluan kepada Allah atau kepada seseorang dari anak Adam maka hendaknya dia berwudhu dan memperbaiki wudhunya, kemudian hendaknya dia shalat 2 rakaat kemudian memuji Allah, dan bershalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [Al-Hadis].

Dan bagi orang-orang yang bertakwa, amalan shalat hajat menjadi kebiasaan bagi mereka, sebab mereka pasrahkan segala permasalahan hidupnya kepada Allah. Namun demikian mereka tetap berusaha untuk menggapainya.

Tata Cara Shalat Hajat

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan shalat hajat ialah sebagai berikut:

Pertama, niat shalat hajat.

أُصَلِّي سُنَّةَأُ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

“Saya niat shalat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Kedua, membaca doa iftitah.

Setelah niat dan dibarengi dengan takbiratul ikhram, maka dilanjutkan dengan membaca iftitah. Bacaan iftitah yang dimaksud:

Doa iftitah versi lain

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

 

[Ya Allah, jauhkanlah aku daripada kesalahan dan dosa sejauh antara jarak timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air, dan air salju yang sejuk.]

Ketiga, membaca Al-Fatihah dan surat pendek

Ingat, bacaan iftitah dan Al-Fatihah itu berbeda. Untuk Al-Fatihah ialah surat pembuka dalam Al-Quran. Selanjutnya membaca surat-surat pendek dalam Al-Quran. Dalam hal ini menurut ulama yang dianjurkan ialah membaca surat Al-Kafirun sebanyak 11 kali pada rakaat pertama, dan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali pada rakaat kedua.

Kemudian gerakan dan bacaan lainnya sama dengan gerakan dan bacaan dalam shalat sunnah secara umum.

Keempat, dzikir shalat hajat.

Setelah selesai dalam melaksanakan shalat hajat, kita dianjurkan membaca bacaan-bacaan dzikir kepada Allah untuk menyempurnakan amalan sholat hajat. Berikut ini adalah bacaan yang diucapkan:

  • Istighfar sebanyak 100 kali

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

“Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.”

  • Membaca Sholawat 100 kali

أَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ

“Semoga kesejahteraan atas Nabi Muhammad.”

 

  • Membaca tasbih 100 kali

سُبْحَانَ اللهِ

“Maha Suci Allah.”

  • Membaca tahmid 100 kali

اَلْحَمْدُ للهْ

“Segala puji bagi Allah.”

  • Membaca takbir 100 kali

اَللهُ اَكْبَرْ

“Allah Maha Besar.”

  • Membaca kalimat tahlil 100 kali

لَا إِلهَ  إِلَّا اللهُ

“Tiada Tuhan [yang berhak disembah] kecuali Allah.”

  • Membaca Surat Al-Ikhlas
  • Membaca Surat Al-Falaq
  • Membaca Surat An-Naas
  • Membaca ayat Kursi 11 kali

Ayat kursi yang dimaksud ialah:

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al-Baqarah: 255]

 

  • Membaca Hauqalah 100 kali

لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَالِيِّ الْعَظِيْمِ

“Tiada kekuatan dan uapaya kecuali dari Allah Tuhan yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

 

Kelima, membaca doa

Setelah selesai shalat dan kemudian dzikir kepada Allah. Maka, dilanjutkan dengan berdoa, sebagaimana doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَتَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضَا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *