Pengertian 6 Rukun Iman Secara Berurutan

33 views
Pengertian 6 Rukun Iman Secara Berurutan
Pengertian 6 Rukun Iman Secara Berurutan

Oleh: Al-Tharyq

RUKUN IMAN — Secara sederhana, iman berarti meyakini dengan sepenuh hati. Dan dalam Islam kita diwajibkan beriman terhadap pilar-pilar keimanan, sebagaimana disebutkan dalam hadis disaat Malaikat Jibril menyambangi Rasulullah kemudian mengajukan pertanyaan apa itu iman.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ

Dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam yang kemudian bertanya:

“Apakah iman itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit. (HR. Bukari).

Dan dari situlah iman bercabang-cabang hingga lebih dari 66 cabang, sebagaimana hadis beliau, “Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang.” (HR. Bukhari)

Sebagai umat yang beragama, maka telah ditetapkan pilar-pilar keimanan untuk mempercayai segala yang ditetapkan oleh Allah.

Dalam Islam terdapat enam pilar rukun iman, yakni iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, iman kepada Rasul Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada qada’ dan qadar Allah.

Pertama, Iman kepada Allah.

Mengimani Allah berarti mengiman bahwa Allah itu benar-benar ada. Walau mata telanjang tidak mampu untuk melihatnya [karena kita terhalangi oleh hijab atau pembatas] namun ciptaan-ciptaan Allah telah membuktikan bahwa Yang Maha Menciptakan, yakni Allah, betul-betul ada.

Mengimani Allah berarti harus mengimani rububiyah Allah, uluhiyah Allah, dan asma wa sifah Allah. Rububiyah Allah menimani bahwa Allah adalah satu-satu Tuhan yang menciptakan, menguasai, merawat, mengatur, dan menjaga alam semesta dan segala isinya.

Uluhiyah Allah berarti kita wajib mengimani bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, sebab tidak ada Tuhan [yang pantas] untuk disembah kecuali Dia. Berhala-berhala, pohon, binatang, gunung, lautan, jin, malaikat, syetan, manusia, dan lainnya hanyalah mahluk yang bersifat fana dan sangat lemah, serta tidak memiliki kekuatan sedikitpun atas izin Allah.

Asma wa sifah Allah yakni bahwa kita wajib menimani bahwa Allah memiliki sifat-sifat keagungan dan kemuliaan, Dia tidak disifati dengan sifat-sifat yang lemah dan kekurangan. Selain itu, Dia memiliki 99 nama yang baik [asmaul husna] yang menggambarkan ketuhanan-Nya.

Kedua, Iman kepada Malaikat.

Iman kepada malaikat berarti iman kepada mahluk yang gaib bahwa hal itu benar adanya. Malaikat diciptakan dari nur [cahaya] dan tidak memilii jenis kelamin dan hawa nafsu. Dia selalu taat melaksakan perintah Allah tanpa mengenal lelah.

Terdapat sepuluh malaikat yang wajib umat Islam ketahui;
1) Jibril; dengan tugasnya menyampaikan wahyu kepada para Nabi/Rasul dan menyampaikan ‘petunjuk Allah’ kepada umat manusia.
2) Mikail; dengan tugasnya menurunkan hujan, menyalurkan rezeki dari Allah untuk mahluk.
3) Israfil; peniup sangkakala
4) Izrail; dengan tugasnya mencabut nyawa [atau dikenal dengan malaikat maut]
5) Munkar; tuganya memeriksa dan menyoal segala pertanyaan terhadap mayit di dalam kubur
6) Nakir; bersama Malaikat Munkar bertugas dalam kubur.
7) Raqib; tuganya mencatat segala amal kebaikan manusia, jika kebaikan itu dikerjakan oleh manusia maka dia langsung mencatatnya.
8) ‘Atid; tugasnya mencatat amal keburukan manusia, jika keburukan itu dilakukan oleh manusia, maka dia masih memberikan kesempatan [tidak langsung mencatatnya] sebab ada kemungkinan manusia akan bertaubat.
9) Malik; tuganya menjaga neraka.
10) Ridwan; tuganya menjaga surga.

Ketiga, Iman kepada Rasul-Rasul.

Rasul tugasnya menyampaikan firman-firman Allah kepada manusia agar manusia hidup dijalan yang benar. Terdapat 25 Rasul yang wajib diketahui: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, Ibrahim, Lut, Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf, Ayub, Syu’aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Muhammad.

Keempat, Iman kepada Kitab-kitab Allah.

Kita wajib mengimani bahwa Allah menurunkan wahyu [kitab-kitab suci] kepada Rasul untuk disampaikan kepada umatnya. Terdapat empat kitab suci bagi umat Islam untuk diimani;
1) Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa.
2) Kita Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud
3) Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa
4) Kitab Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
Sementara nabi/rasul yang lain menerima yang namanya suhuf [lembaran] untuk disampaikan kepada umatnya, dan sebagian lagi melanjutkan ajaran dari kitab nabi pendahulunya.

Kelima, Iman kepada Hari Kiamat

Kelima, Iman kepada Hari Kiamat
https://pixabay.com

Kita wajib mengimani bahwa akan datang hari akhir, yakni hari kiamat. Dimana seluruh jagad raya ini akan mengalami kehancuran, dan disitulah amal manusia akan diperhitungkan, apakah manusia itu berhak masuk ke surga dengan amalnya selama hidup, ataukah lebih berhak masuk neraka dengan amalnya.

Artinya, dengan adanya hari akhir ini berarti akan dimulainya hari baru, yakni hari menuju kekekalan, dimana tidak akan ada kematian dan kehancuran, itulah hari akhirat, hari yang kekal yang dipersiapkan oleh Allah.

Keenam, Iman kepada Qada’ dan Qadar Allah.

Kita wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah telah menciptakan manusia dan semua mahluk lengkap dengan takdirnya, usia, jenis kelamin, kehidupan, rezeki, kematian, dan semuanya telah ditetapkan oleh Allah. baik itu ketetapan yang sejak zaman azali [yang tidak diketahui awal waktunya] maupun zaman sekarang.

Galeri untuk Pengertian 6 Rukun Iman Secara Berurutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *