4 Keajaiban Allah di Alam Semesta (Kebenaran dalam Al-Quran dan Sains Dibalik Penciptaan Manusia)

15 views

Oleh: Al-Tharyq

Keajaiban Allah di Alam Semesta
wikimedia.org


KEAJAIBAN ALLAH — Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Dia lah yang menciptakan, mengatur, kmeudian memusnahkan. Semua kejadian yang terjadi dan yang akan terjadi telah menjadi kehendak-Nya. Keajaiban-keajaiban alam sebenarnya telah terpapar dalam kalam-Nya. Dan, segala sesuatu adalah hak-Nya untuk menjadikan atau tidak menjadikan.

Kalam-kalam Allah dalam Al-Quran adalah salah satu bukti keajaiban. Tidak ada pun ilmuan yang dapat menyanggah kebenaran dalam Al-Quran terhadap fakta-fakta ilmiah yang ditemukan secara mendalam. Bahkan banyak ilmuan non-muslim yang memeluk Islam setelah mereka berkesimpulan bahwa tidak ada yang patut disalahkan dalam Al-Quran terhadap eksperimen ilmiahnya.

Berikut beberapa temuan terkait penciptaan manusia yang membenarkan kalam-kalam Al-Quran yang menjadi bukti suatu keajaiban bagi manusia yang berpikir.

Pertama, Perkembangan Embrio

Dalam Al-Quran disebutkan;
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [Al-Mu’minu: 14].

Menurut Maurice Bucaille dalam bukunya Bible, Al-Quran dan Sains Modern menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Daging (seperti yang dikunyah) adalah terjemahan kata bahasa Arab mudghah; daging (seperti  daging  segar)  adalah terjemahan lahm.

Perbedaan perlu digaris bawahi, embrio pada permulaannya  merupakan  benda yang nampak kepada mata biasa tanpa alat, dalam tahap tertentu daripada perkembangannya, sebagai  daging  dikunyah.  Sistem  tulang,  berkembang pada benda tersebut dalam yang dinamakan “mesenhyme.” Tulang yang sudah terbentuk dibungkus  dengan  otot-otot,  inilah yang dimaksudkan dengan “lahm.”

Artinya, bahwa jauh sebelum ditemukan sains modern tentang embriologi, Al-Quran telah menjelaskan akan hal tersebut. Inilah salah satu bukti yang membuat Bucaille memeluk agama Islam.

Kedua, Penciptaan Manusia dalam Tiga Tahapan.

“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” [Az-Zumar: 6].

Dalam ilmu embriologi juga demikian, bahwa terdapat tiga tahapan dalam perkembangan janin. Pertama, tahap Pre-embrionik, dalam tahap ini zigot memkembang melalui pembelahan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim.

Kedua, tahap Embrionik, tahap ini dintandai dengan terbentuknya organ dan sistem tubuh bayi. Ketiga, tahap Fetus, pada tahap ini tubuh bayi sudah sempurna, kurun waktu antara delapan hingga lahir.

Ketiga, dari ‘Saripati’

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.” [As-Sajadah: 8].

Menurut Harun Yahya bahwa jauh sebelum Al-Quran diturunkan ada suatu aggapan bahwa manusia tercipta bukan dari sperma dan ovum. Sehingga Al-Quran seakan ingin menunjukkan dan menyanggah akan hal tersebut.

Bahwa manusia tercipta dari pertemuan [pembuahan] sperma terhadap ovum yang kemudian terus berkembang hingga menjadi manusia yang dilahirkan. Kata sulalah [saripati] menunjukkan dan memberikan arti sebagai bagan terpenting [terbaik]. Implikasi lain yaitu “bagian dari keseluruhan”. Dan hal ini menunjukan bahwa Allah ingin menceritakan secara detail tentang penciptaan manusia.

Keempat, Penentuan Jenis Kelamin

4 Keajaiban Allah di Alam Semesta (Kebenaran dalam Al-Quran dan Sains Dibalik Penciptaan Manusia)
https://pixabay.com/

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan. “ [An-Najm: 45-46]

Sebelum adanya sanggahan dari ayat tersebut ada [bahkan sampai abad ke-20] suatu anggapan bahwa penentuan jenis kelamin ditentukan oleh ibu. Itulah sebabnya mengapa wanita disalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

Kemudian Al-Quran menyanggah tegas dengan adanya tersebut [setelah dibuktikan dengan perkembangan ilmu biologi hereditas] bahwa yang menentukan jenis kelamin itu adalah unsur kromosom ayah, bukan rahim ibu.

Sekarang dipahami bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma laki-laki [dalam istilah Al-Quran ‘air mani yang dipancarkan’]. Dan ibu tidak memiliki peran dalam proses tersebut.

Demikianlah beberapa keajabian dalam penciptaan manusia yang diungkap oleh Al-Quran yang tidak pernah bertentangan dengan sains modern, bahkan justru menurut Bucaille bahwa pengetahuan modern harus melihat dulu pernyataan Al-Quran mengenai pengetahuan yang ingin dikembangkan.

Menurutnya, orang tidak  dapat  menggambarkan  bahwa  banyak  pernyataan AL-Quran yang mempunyai aspek ilmiah itu adalah karya manusia, karena  keadaan  pengetahuan pada zaman Muhammad tidak memungkinkan hal  tersebut.

Oleh karena itu adalah wajar, bukan saja untuk mengatakan bahwa Qur-an itu ekspresi suatu wahyu akan  tetapi juga untuk memberikan kedududukan yang istimewa kepada wahyu Al-Quran berhubung dengan jaminan autentisitasnya dan berhubung dengan terdapatnya pernyataan-pernyataan ilmiah yang setelah-diteliti pada zaman kita  sekarang ini, ternyata sebagai satu tantangan kepada penjelasan yang berasal dari manusia.

Galeri untuk 4 Keajaiban Allah di Alam Semesta (Kebenaran dalam Al-Quran dan Sains Dibalik Penciptaan Manusia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *