Bachtiar Natsir; Ummat Islam Tidak Ingin Indonesia Terbagi

3 views
Ustadz Bactiar NATSIR



MEDIA UKHUWAH —  Koordinator Gerakan Nasional untuk Melindungi Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI); Bachtiar Nasir mengungkapkan pemikiran dan perasaannya atas penegakan hukum di Indonesia. Dia diundang untuk berbicara di National Reflection saat Pertemuan Nasional di Majelis Permusyawaratan Rakyat, pada hari Selasa (13 Juni).

Dalam acara brainstorming, ulama Bachtiar mengatakan akhir-akhir ini perjuangan umat Islam sengaja disalahpahami. Para ulama dan aktivis dituduh dengan banyak tuduhan, yaitu terorisme, pengkhianatan, pencucian uang dan pornografi. Dia mengatakan bahwa kasus yang terkait dengan angka 212 rally telah menyebabkan keributan di masyarakat.

Bachtiar sangat percaya bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Dia mengatakan sistem nilai atau hukum yang tidak tepat yang telah tidak adil telah diterapkan begitu lama, terutama untuk kasus-kasus yang melibatkan tokoh 212 reli.

“Undang-undang itu ditegakkan berdasarkan perintah penguasa dan sudah membingungkan, menyebabkan perlawanan,” katanya.

Bachtiar mengatakan bahwa tuduhan terhadap Hizbut Tahrir Indonesia terkait dengan pembangunan kekhalifahan Islam muncul saat hanya dalam keadaan bermimpi. Setelah itu, umat Islam dituduh telah menjadi radikal.

“Saya pikir itu semua terjadi karena gagal memahami atau salah paham antar komponen bangsa,” katanya.

Bachtiar menyadari ada kelompok Muslim yang tampak radikal dalam menyampaikan Islam. Tapi, dia menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak berniat melakukan kudeta. “Itu tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka,” dia mengulangi.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas penggunaan istilah “Saya Pancasila” (saya adalah Pancasila), seolah-olah yang lain kurang dikhususkan untuk lima pilar negara. “Mereka yang mengatakan” Saya Pancasila “mungkin bermasalah dengan keragaman,” katanya.

Lebih jauh lagi, ulama Bachtiar meyakinkan Majelis bahwa akar rumput tidak ingin Indonesia terbagi. Mereka setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Gerakan kita damai,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *