Tulisan Arab Jazakumullah, Arti Jazakumullah dan Adab Mengucapkannya

oleh
Arti Jazakumullah khairon katsir
pixabay.com

Arti Jazakumullah —Arti Jazakumullah dan penggunaanya memang untuk orang banyak dan artinya “semoga Allah membalas anda sekalian”. Biasanya kalimat ini lebih tepat digunakan sebagai ucapan terima kasih kalimat terakhir pada ceramah atau pidato.

Jazakumullah adalah kalimat jamak yang menggunakan kata ‘kum’ yang artinya kalian, dan untuk banyak orang atau lebih dari satu. Kalimat ini lebih baik digunakan ketika sedang berhadapan dengan orang banyak dan tidak cocok ketika sedang berbicara dengan satu orang.

Hal ini karena ada kalimat Jazakallah yang menggunakan kata ‘ka’ artinya kamu yaitu bentuk tunggal atau untuk satu orang. Jazakallah artinya “semoga Allah akan memberi/membalasmu” dan lebih tepat digunakan sebagai tanda terima kasih ketika berbicara hanya dengan satu orang.

Kalimat Jazakumullah tidak hanya digunakan untuk berterima kasih saja, namun juga sebagai kalimat doa yang dipersembahkan untuk orang lain. Tentu saja kalimat Jazakumullah memang terlalu singkat dan biasanya perlu dilengkapi dengan kalimat tambahan yaitu Khairan Katrsiiran.

Secara lengkapnya adalah Jazakumullah Khairan Katsiiran yang artinya “semoga Allah akan membalas kalian dengan banyak kebaikan”. Kalau kalimatnya lebih lengkap seperti ini maka akan lebih jelas doa dan tujuannya serta lebih utama dibanding dengan kalimat secara singkat.

Namun kalimat tersebut juga masih bisa ditambahi lagi sehingga semakin panjang agar semakin afdhol yaitu, Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza’. Kalimat tersebut memang digunakan agar bisa lebih jelas sehingga menjadi Jazakumullah Khairan Katsiiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.

Jazakumullah Khairan Katsiiran Wa Ahsanal Jaza’ artinya:”Semoga Allah membalas kalian dengan banyak kebaikan dan semoga Allah memberi balasan yang terbaik”. Doa ini mungkin panjang bagi sebagian Muslim, yang penting kita sudah tahu maksud dan arti Jazakumullah.

Ucapan Jazakumullah ini berdasarkan dari hadist nabi yang shahih dan diriwayatkan oleh At Tirmidzi hadist nomor 2035. Selain itu banyak ahli hadist yang menulis sunah nabi tersebut seperti An Nasai dalam kitab Al Kubro 6 :35 , Al Maqdisi pada kitab Al Mukhtarah  4 : 1321.

Ahli hadsit lainnya yaitu Ibnu Hibban : 3413, Al Hibbar dalam musnadnya 7 : 54 dan hadist tersebut dishahihkan oleh Al Albani dalam shahih Tirmidzi. Banyak sekali para ahli hadist yang meriwayatkannya dan sebagai Muslim yang taat, akan lebih baik jika bisa mengamalkannya.

Hadist tersebut berbunyi “Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan ‘Jazakallahu khairan’(semoga Allah memberi balasan yang terbaik). Maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam mengungkapkan rasa syukurnya”.

Pelajaran yang bisa diambil dari petikan hadist tersebut adalah bahwa Rosulullah SAW menganjurkan untuk selalu berterima kasih. Ucapan terima kasih tersebut memang diwujudkan dalam bentuk kalimat doa yang diberikan kepada orang yang telah berbuat kebaikan kepada kita.

Pelajaran lainnya adalah agar seseorang yang menerima kebaikan sebaiknya tidak lupa untuk berterima kasih dengan memberikan ucapan doa sebagai imbal balik. Hal ini berarti bahwa setiap kebaikan kepada seseorang hendaknya perlu dibalas, minimal dengan mengucapkan kalimat doa.

Ada lagi pelajaran paling penting yang perlu diambil adalah bahwa Rosulullah memberi contoh bagaimana nikmatnya ketika berbuat kebaikan. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dengan sebuah perbuataan kebaikan dan pemberian doa dari pihak yang menerima kebaikan.

Tentu saja setiap kebaikan yang telah dilakukan pasti akan mendapatkan balasannya dari Allah dan dikuatkan lagi dengan ucapan doa dari orang lain. Jadi arti Jazakumullah yang sebenarnya yaitu memberikan imbalan doa imbal balik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita.

Masih ada lagi pelajaran yang lebih menarik dan wajib kita amalkan yaitu untuk berbuat kebaikan kepada orang lain. Hal ini juga telah disebutkan dalam Al Qur’an pada surat Ali Imron ayat 112 yang mengemukan ayat tentang “Hablum min Allah dan Hablum min Annas”.

Disebutkan juga dalam S.An Nisa’ 36 “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapakmu, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya”.

Adab Menjawab Doa Jazakumullah

jazakumullah, arti jazakumullah dan tulisan jazakumullah

Banyak umat Muslim yang mengalami kebingungan untuk menjawab orang yang mengucapkan doa Jazakumullah kepada kita. Hal ini karena tidak ada dalil yang mengungkapkan tentang hal tersebut mengenai tata cara dalam menjawab doa Jazakumullah yang diberikan kepada kita.

Jawaban yang terbaik tentu saja mengembalikan doa tersebut kepada pemberi doa agar kita sama-sama diberikan kebaikan oleh Allah. Kita juga bisa memberikan jawaban lainnya seperti mengucapkan kalimat “ Amin’ ataupun juga “Wa Iyyakum” serta bisa memilih jawaban lainnya.

Hal ini juga tidak begitu penting untuk kita lakukan karena bagian yang paling penting adalah pelajaran kepada kita untuk selalu berbuat baik dan berterima kasih. Kita hanya perlu konsentrasi pada subyek utamanya yaitu menikmati betapa indahnya berbuat kebaikan kepada orang lain.

Pelajaran Penting dari Arti Jazakumullah

ucapan terima kasih dalam bahasa arab

Arti Jazakumullah yaitu “Semoga Allah membalas anda sekalian” dan diucapkan untuk mendoakan kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Hal ini dimaksudkan sebagai balas jasa atas kebaikan yang telah diberikan orang lain dan cara kita untuk mengucapkan terima kasih.

Hal ini bisa diartikan bahwa ucapan terima kasih, tentu saja tidak cukup untuk membalas kebaikan seseorang kepada kita. Tentunya kita harus membalas kebaikan tersebut sesuai dengan kemampuan dan jika kita tidak memiliki apapun yang bisa diberikan, maka bisa dengan doa.

Namun jika kita ingin memberikan doa, tentu saja kita harus bersungguh-sungguh dengan doa tersebut dan meminta dengan serius kepada Allah. Doa yang kita ucapkan harus disertai dari hati agar bisa terkabul dan Allah juga memberikan balasan kepada orang yang berbuat baik tersebut.

Agar doa kita bisa cepat terkabul, maka kita harus yakin pada kalimat doa yang akan kita ucapkan dan meminta dengan serius. Jika kita tidak yakin atau ragu-ragu pada permintaan doa tersebut, maka Allah juga akan ragu-ragu untuk mengabulkan doa yang telah kita ucapkan.

Jika kita memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang berbuat baik pada kita, maka akan lebih baik lagi. Hal ini karena dalam Islam memang dianjurkan untuk saling memberikan hadiah kepada orang lain agar saling mencintai dan hal ini juga disebutkan dalam hadist nabi.

Menurut dalam hukum Islam, bahwa memberikan hadiah akan membuat hubungan semakin erat dan hal ini juga banyak disinggung dalam kitab Fiqih. Hadiah merupakan cara untuk melakukan hubungan baik kepada sesama manusia dan menguatkan hubungan dengan memberi hadiah.

Sebagai umat Islam yang baik, selayaknya untuk saling memberi dan tidak hanya membalas orang yang berbuat kebaikan dengan doa saja. Untuk membalas kebaikan orang lain, tentu saja akan lebih lengkap jika dengan memberi hadiah sebagai perwujudan dari arti Jazakumullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *